Senin, 17 September 2012

Behind the smiLe

Kini ku tahu, aku tak lagi bisa bersamamu karena kau lebih nyaman dengan dia. Ya meskipun kau masih malu untuk mempublikasikan hubunganmu dengan dia, tapi aku bukan orang bodoh yang seolah olah tak bisa membaca keadaan. Awalnya aku marah dan kesal dengan tindakanmu itu yang tak mau berterus terang tapi seiring berjalannya waktu, ku mulai menyadari kalau kita tak lagi sejalan. Dan aku putuskan utk melepaskanmu dengan dia, perempuan yang bisa membuatmu bahagia....

Ketika kau bersamanya, kudapati senyum manis yang selama ini aku cari darimu. Senyum yang bisa membuatku bertahan dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Jujur aku senang tapi akan lebih menyenangkan lagi kalau senyummu itu dikarenakan adanya diriku. Ya apa mau dikata kita tak lagi sejalan. Meskipun kita masih memutuskan utk bersama, nantinya akan banyak hal yang menghalangi kita, baik itu norma maupun aturan yang berlaku,

Ikhlas itu tak semua orang bisa melakukannya, diperlukan hati yang lapang untuk bisa melakukannya. Ku coba untuk melakukan itu semua, dg merelakanmu bersama dengan orang lain, karena aku sama sekali tak sanggup untuk melakukan hal yg bisa membuatmu bahagia.

Meski sejujurnya hatiku terluka, tapi aku akan mencoba utk tetap tersenyum. Karena dg melihat senyummu, aku sudah merasa bahagia meski ku tahu, senyum itu bukan karena aku. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu. Cintaku sangatlah besar terhadapmu tapi aku tak bisa memaksamu utk bisa mencintaiku lagi, karena kita sudah tak lagi ada kecocokan.

Aku belajar untuk menjadi dewasa dg mengkesampingkan egoku terhadap dirimu dan mencoba utk dak tersenyum di hadapanmu ketika ku tahu kau sedang bersamanya. Dan berusaha utk tidak benci, marah ataupun dendam kepada dia yang telah merebut dirimu dari diriku.

Dan perlu  kau tahu, bahwa diriku selama ini benar2 tulus mencintaimu dengan sepenuh hatiku dan akan tetap mencintaimu meski kau tak lagi bersamaku. Ku harap aku bisa dg segera mendapatkan pengganti dirimu, meskipun sulit tapi aku tak mau terus menerus larut dalam lautan kesedihan yang bisa membelenggu kehidupanku.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar