Rabu, 05 Desember 2012

Broken Glass


“Memang, gelas yang telah pecah takkan pernah bisa terlihat mulus meskipun kita berusaha menyatukan kembali serpihan serpihannya. Meskipun dengan lem terbaik sekalipun tetap saja akan terlihat kalau itu telah pecah. Tapi tidakkah kau tahu bahwa itu bisa menjadi terlihat lebih indah??” kata sang kakek. Ku berfikir sejenak membayangkan apa yang telah dikatakan oleh kakek. “Untuk mencapai suatu keindahan memang diperlukan suatu pengorbanan yang dilalui dari ujian ujian kehidupan. Setiap proses kehidupan akan mengajarkan kita tentang arti dari hidup itu sendiri dan juga kedewasaan. Mengetahui letak kesalahan diri sendiri dan berusaha untuk memperbaikinya dan berusaha untuk tidak mengulanginya kembali. Itulah proses kehidupan”

Jika gelas yang awalnya mulus, memang terlihat indah, tapi lama lama seiring berjalannya waktu gelas itu akan memudar keindahannya dan hanya akan berfungsi sebagai tempat untuk minum saja. Berbeda dengan gelas yang pernah pecah. Setiap goresan akibat menyatukan serpihan serpihan kacanya akan terbentuk suatu pola yang indah. Sehingga gelas yang hanya berfungsi sebagai tempat untuk minum kini berubah menjadi pajangan yang sangat indah.

Begitupun juga dengan manusia, semakin banyak ujian kehidupan yang dilaluinya akan membentuk karakter dalam dirinya. Selain itu juga akan menjadikannya kuat dan tegar dalam menghadapi setiap persoalan yang datang berikutnya. Masa lalu memang tak bisa diubah tapi dari masa lalu kita bisa membentuk masa depan yang lebih indah.

Tak sadar air mataku menetes dan aku mulai menyadari kalau mentari yang kucari itu ada dalam diriku sendiri. Bukan dari orang lain, tapi orang lain itulah pelangi yang akan datang kepadaku. Pelangi yang bisa memberikan warna dalam hidupku. “Lawanlah semua keraguan yang ada dalam dirimu, percayalah kalau kau mampu.” ujar sang kakek sambil tersenyum. Lalu aku bangkit dan memutuskan untuk kembali berhadapan dengan diriku yang lain yang berada di balik air terjun

Great waterfall


Ku lakukan apa yang telah disarankan oleh kakek itu, ku duduk di pulau kecil di depan air terjun itu. Sekejap perasaan dingin menyelubungi diriku. Ku coba untuk bermeditasi dan mengosongkan pikiran tapi itu selalu gagal karena konsentrasiku terpecah karena suara air yang sangatlah deras itu. Sang kakek yang melihatku sulit untuk berkonsentrasi kemudian berkata, “Jangan kau lawan arus yang ada, ikuti alurnya dan rasakan alirannya” ku coba sekali lagi dengan melakukan apa yang di sarankan oleh sang kakek. Dalam sekejap, perasaan hangat menyelubungi diriku, ketika aku berhasil mengikuti alur yang ada. Lalu sosok bayangan dari dalam air terjun yang mirip denganku muncul.
“Siapa dirimu? Kenapa kau mirip sekali denganku??” “Aku adalah dirimu, bagian gelap yang ada dalam dirimu,” jawab bayangan itu. “Lihatlah dirimu, kau begitu rapuh, ada rasa sakit yang luar biasa dalam dirimu, rasa sakit karena kecewa dengan orang di sekitarmu.” Sekejap aku merasakan sakit yang luar biasa dalam diriku, perih hingga aku terjatuh karena menahan rasa sakit itu. Ku coba untuk bangkit, “Apa yang kau lakukan padaku??” “Aku tak melakukan apapun padamu, aku hanya memperlihatkan kepadamu tentang apa yang kamu alami selama ini, dicaci dan dimaki oleh orang orang yang ada di sekitarnya, di pandang sebelah mata bahkan kau direndahkan. Lihatlah mereka menertawakan kesakitanmu, mereka menikmati keterpurukan dirimu dan mereka menjadikan air matamu itu sebagai bahan pembiraan untuk kembali menghinamu” “Diam,” “Kenapa, kau marah?? Bukannya dihatimu berisikan dendam kepada mereka semua??? Hahahaha” “Aku tak ada niatan untuk membalas dendam kepada mereka semua,” “Jangan kau bohongi hatimu, aku adalah sisi gelap dalam dirimu. Jadi aku bisa mengetahui semua yang ada dalam dirimu. Kau tahukan hujan yang terjadi di atas sana itu karenamu, kau menciptakan kerusakan dan kesakitan pada mereka semua. Biarkan saja itu berlangsung lama, biarkan mereka merasakan apa yang kau rasa. Rasa sakit yang selama ini terus menghantuimu.”
“Tidak, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan mencari sang mentari, lalu aku akan menunjukkan pelangi kepada semua orang sehingga mereka tak lagi merasakan perih.” “Hahahaha, jangan bercanda kau. Mencari mentari katamu, sampai kapanpun kau tak akan bisa menunjukkan pelangi kepada mereka. Dan sekarang diamlah kau di ilusi ini untuk selamanya”. Kemudian dia memukulku dan tepat mengenai perutku. Aku jatuh dan tersungkur, lalu kuputuskan untuk melawannya. Tapi dia bisa menahan semua seranganku dan akhirnya kita seimbang. Namun tiba tiba ku tersadar dan berada di depan air terjun itu.
“Kenapa anak muda? Apakah kau menemui sesuatu yang mengerikan sehingga membuatmu hingga terjatuh seperti itu,” kata sang kakek. “Aku melihat sisi gelap dalam diriku kek, aku yang egois, aku yang keras kepala, aku yang hanya inginnya dimengerti, aku yang tak bisa sedikit bersabar dan aku yang jahat. Semua itu adalah sifat negatifku kek. Disana aku melihat aku tertawa melihat orang orang menderita karena hujan badai ini. Aku mereasa bersalah kek. Apa yang harus aku lakukan?? Sepertinya aku memang takkan pernah bisa menunjukkan pelangi kepada mereka semua,” isakku. “Jangan menyerah, teruslah berusaha. Hidup itu proses yang mendewasakan, hidup itu memang keras selama ini kau memiliki hati yang lembuh, baik dan juga perngertian namun sifat pesimismu yang selalu bisa meruntuhkan semua niat baikmu. Kau belum bisa teguh dengan pendirianmu dan kau masih labil sehingga gampang terbawa aura negatif yang senantiasa bisa menjatuhkanmu. Sekarang beristirahatlah, isi dulu energimu. Setelah rasa lelahmu itu hilang, kau lanjutkan lagi” “Baik kek”
Aku pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon rindang bersama dengan kelinci putih yang menemaniku. Suara kicau burung dan hembusan angin membuatku terlelap. Dalam mimpiku aku melihat, dunia atas semakin porak poranda. Banyak orang yang meninggal karena terkena badai yang sangat dahsyat. Seorang anak kecil menangisi ibunya yang sudah tak bernyawa, seorang kakek yang berusaha untuk menolong seekor anjing yang hanyut terbawa air dan masih banyak lagi. Dan disitu aku melihat seseorang yang mirip denganku tertawa dengan riang melihat kejadian itu. Dan aku pun terbangun dengan nafas terengah engah. “Kau kenapa? Kenapa saat terbangun ekspresimu sangat menakutkan?” kata seekor burung kepadaku. “Apa kau bermimpi buruk?” lanjut kelinci. “Iya, mengerikan dan sangat mengerikan.” “Mimpi hanyalah bunga dari tidur, tak usah kau terlalu menghawatirkannya,” kata seekor kelinci. “Tidak ini begitu nyata, aku harus segera menemukan sang mentari dan membuat pelangi untuk mereka!!” “Kau takkan mudah untuk menemukannya,” “Sang mentari takkan pernah muncul jika kau tak bisa melawan bayanganmu sendiri” aku segera bangkit dan kembali duduk di depan air terjun. Dan lagi ku temui bagian lagi dari diriku.
Ku coba melawannya dengan berbagai cara, dengan cara frontal maupun dengan pemikiran. Tapi dia selalu bisa mengatasi bahwakan membalikakan semua perlawanan yang aku lakukan. Ku terjatuh dan tersungkur, “Kau takkan pernah bisa menang dariku. Sudah menyerahlah saja. Dan tinggallah di dunia ilusi ini, dan kau takkan pernah merasakan sakit hati lagi” “Diam, aku takkan pernah kalah darimu. Aku akan mengalahkanmu.” Sekali serang aku pun terjatuh dari semediku. Aku pun mulai putus asa.

Selasa, 04 Desember 2012

Old man and Waterfall


Ku berjalan terus menelusuri dasar jurang dimana aku telah terjatuh. Berjalan dan terus berjalan, gelap, pengap dan sunyi. Tapi itu semua tak menyurutkan langkahku untuk tetap berjalan untuk mencari mentariku. Hingga aku bertemu seseorang dengan jubah putih dan dia berkata kepadaku, “Apa yang kau cari di dasar jurang yang gelap ini?” dan aku pun menjawab, “Aku mencari matahari kek” “Untuk apa kau mencari matahari?” “Aku ingin melihat pelangi yang indah, karena diatas sana hujan turun sudah berhari hari” Sang kakek hanya tertawa mendengar jawaban atas pertanyaanku. Dan aku pun kembali bertanya kepadanya, “Kenapa kakek tertawa?? Dan apa yang kakek lakukan di tempat ini sendirian??” Sang kakek kemudian mengajakku kesuatu tempat, tempat itu adalah sebuah air terjun di ujung lorong gelap ini. Disitu terdapat kehidupan yang sangat indah. Burung burung bernyanyi riang, ada kelici, rusa dan seekor kucing.
Aku sangat takjub melihat keindahan itu, lalu kakek itu mengajakku untuk berjalan mendekati air terjun. Disana aku melihat kejadian aneh, dimana dari balik air terjun itu aku melihat bayanganku sendiri yang terpuruk karena banyaknya persoalan yang menerpa diriku. Lalu sang kakek berkata, “Hujan yang turun itu karena dirimu sendiri, luka di hatimu itu yang menyebabkan langit terus menangis dan membuat sang mentari enggan untuk bersinar.” “Iya kek, ku tak sanggup melalui hari hariku kini. Aku merasa sendiri sekarang, seseorang yang aku anggap mampu untuk membuat warna di hidupku kini pergi. Dan aku tak tahu kemana dia berada sekarang. Dialah matahari yang selama ini aku cari, matahari yang mampu menghangatkan hidupku yang kesepian. Tapi karena kebodohanku, semua kehangatan itu hancur. Dan aku sungguh sangat menyesalinya” ucapku dengan air mata yang berlinang.
“Cobalah untuk jujur dengan dirimu sendiri?” “Maksudnya?” “Jika kau ingin bahagia, kau harus membuang semua keraguan yang ada dalam hatimu. Belajarlah untuk bisa mempercayai orang lain, rasa takutmu yang akhirnya menjerum uskanmu kedalam jurang yang gelap.Yang membuatmu terpuruk hingga berada di titik yang paling dalam,” jawab sang kakek. Dan aku hanya terdiam. “Tapi kek, apakah aku bisa melakukan itu? Sedangkan gelas yang pecah takkan bisa terlihat mulus meskipun telah di lem dengan lem yang paling bagus sekalipun?” Dan lagi sang kakek hanya bisa tersenyum, lalu dia berkata, “Mungkin jika kamu memmperbaiki gelas itu dengan kesabaran pasti gelas itu akan kembali lagi, memang sulit untuk memperbaikinya dan menyatukannya satu persatu, mungkin jika kau menyatukan serpihan gelas itu dengan bersama pasti akan terasa cepat.”

Kamis, 29 November 2012

Rainbow mist

Langkah kaki terus ku lanjutkan mencari sang mentari guna menemukan pelangi yang indah. Meski kaki mulai berlumuran darah tapi aku harus tetap mencarinya. Perih sudah menjadi makananku sehari hari dan terkadang perih juga terasa nikmat karena sudah terbiasa. Meski hujan dan badai masih terus melangkah, tak urung menyurutkan niatku untuk terus mencari. Air mata kini bercampur dengan hujan, kamuflase yang sangat baik. Tapi di tengah badai ini, masih adakah orang yang memperhatikanku?? Yang terjalan menelusuri jalan berliku dan berkerikil tajam guna mencari sang mentari.

Entah, aku pun tak tahu. Mereka pasti hanya akan memperdulikan keselamatan mereka sendiri. Tapi ternyata raga ini tak mampu untuk terus melangkah, hingga gelap menyegap diriku. Sunyi dan gelap, hanya itu yang aku rasakan.

Sesaat ketika ku membuka mata, kutemui sesuatu yg indah. Sesuatu yang mirip dengan apa yang aku cari, "Pelangi" tapi ini berbeda. Bukan pelangi yang aku cari selama ini. Indah, memang indah tapi sesuatu didalamnya lah yang sesungguhnya sangat menakutkan. Rainbow mist atau pelangi kabut.

Ku terbuai dengan indahnya pelangi kabut, hingga membuatku mampu melupakan semua perih yang ada dalam diri. Dari kejauhan nampak sosok banyangan yang memanggilku untuk mengajakku bermain dengannya. Dan tak sadar langkah kaki pun menuju kearahnya. Tapi ketika ku sadari, ku berpijak di bibir jurang yang sangat dalam. Dan aku pun terjatuh, namun aku berusaha mencari pegangan pada akar pohon. Ku terus berusaha untuk menaiki dinding jurang yang terjal. Tajamnya bebatuan dan licinnya medan karena di guyur hujan, membuatku semakin sulit untuk melangkah. Ku tetap berusaha untuk terus melangkah utk mencapai ujung dari jurang ini.

Dan, setelah tibanya aku diatas, angin kencang justru menghempaskan tubuhku. Dan ku terjatuh hingga kedasar jurang yang gelap. Dan lagi ketika ku membuka mata, tubuh ini berada di pelangi kabut. Apakah hanya ilusi kebahagiaan yang aku dapatkan?? Tidakkah ada kebahagiaan hakiki yang bisa aku dapatkan? Dan akan kah mentari yang selama ini ku cari takkan pernah aku dapati lagi?? I never now

Rabu, 28 November 2012

Ame

Langit kian pekat, tak ada celah sedikitpun cahaya sang mentari bisa menembusnya. Dingin, hanya itu yang terasa. Api di tungku pembakaran pun tak mampu menghangatkan dinginnya hati ini. Sepi dan sendiri, terpuruk dalam pekatnya langit mendung. Hujan turun membasahi bumi, membuatku ingin berjalan menelusuri kota di bawah guyuran hujan. Ku bulatkan tekat untuk terus melaju kedepan, meski dingin menusuk hingga ke ulu hati. Dingin yang mampu membunuhku.

Ku berjalan dan terus berjalan, berharap menemukan ruang yang mampu memberikan kehangatan yang selama ini aku cari. Langkah mulai gontai karena dingin yang terus menusuk, ku coba untuk tetap bertahan mencari sang mentari yang tak kunjung datang. Meski kaki mulai perih karena goresan kerikil tajam, ku tetap melangkah. Sakit di kaki ini tak ada apa apanya jika dibandingkan dengan sakit yang ada di dalam dada ini. Ku sandarkan diri ini di bawah pohon beringin. Justru dingin yang semakin kurasakan

Ku putuskan utk kembali melanjutkan langkahku mencari sang mentari guna menghadirkan pelangi yang mampu mengobati luka dihati. Semakin jauh ku langkahkan kakiku, justru langit semakin pekat. Petir menyambar dan angin bertiup kencang, semakin menambah dinginnya hati ini.

Mentari, ku mohon muncullah. Bantu aku menerangi jalanku, ku mulai tersesat dalam gelap. Beri aku kehangatan yang selama ini aku cari. Dan tunjukkanlah pelangi yang indah padaku, sehingga mampu mengobati luka yang ada di dalam hati ini. Aku mohon, bersinarlah kembali mentariku :'(

Selasa, 27 November 2012

Mentari dan Hujan

Jika dibaratkan, kau adalah mentari dan aku adalah hujan. Jika kita bersama, maka pelangi yang indah akan muncul. Dan membuat semua yang ada di sekitar kita merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Dunia serasa tertawa riang melihat indahnya pelangi. Tapi kini pelangi yang indah hanyalah tinggal impian saja, ketika sang mentari kini enggan untuk bersinar karena tertutup awan tebal atau sang hujan kini sedang berada di puncaknya dengan terus mengguyukan airnya kepermukaan bumi.



Badai yang ada, hujan yang rintik kini bertemu dengan angin yang mampu membuatnya semakin membesar dan menciptakan badai yang memporak porandakan dunia. Menyapu bersih semua yang di lewatinya. Sehingga mentari tak mampu untuk bersinar kembali. Langit semakin pekat dan halilintar mulai menyambar. Menambah dahsyatnya sang badai, Setiap orang di cekam ketakutan akan badai tersebut dan berharap mentari akan muncul sehingga bisa kembali memberikan kehangatan bagi mereka.

Tapi sekali lagi, mentari tidaklah muncul, justru angin semakin kencang dan menimbulkan badai cyclone yang lebih dahsyah lagi daya hancurnya. Kilatan listrik di langit menjadi tertanda bahwa badai akan semakin dahsyat dan akan berlangsung lama. Alam mulai tak bersahabat kembali, Senyum dan tawa riang kini berubah menjadi ketakutan yang mencekam. Bayang kematian mulai menghantui, atap atap rumah mulai terbang oleh angin yang kencang, pohon pohon besar tumbang karena tersambar halilintar dan banyak kendaraan, binatang ternak dan apapun itu yang terbang kelangit di satu tornado. Debit air pun mulai meningkat sehingga mulai membanjiri kota.

Dimana kah sang mentari yang membawa kehangatan itu??? Akankah dia muncul dan memberikan kehidupan kembali??? Dan akan kah pelangi kembali muncul menghiasi birunya langit??? Saya tidaklah tahu, kapan hal itu akan terjadi, dan saya pesimis akankah hal itu muncul kembali dan membawa saya akan indahnya hidup. Menjadi penerang dan menuntun jalanku. I never know :'(

Thank you for everything and forgive me.


Mungkin ini adalah malam terakhir aku dengan dirimu, karena aku merasa sudah tidak ada harapan lagi utk kembali merajut tali kasih diantara kita. Aku sadar siapa aku dan aku yang akan menjauh dari kehidupanmu. Aku terima setiap keputusan yang kau ambil utk kedepannya. Biarkanlah aku pergi dengan luka yang masih basah ini. Luka yang ku goreskan sendiri karena kebodohanku.
Sedikit waktu yang telah kulalui bersamamu itu sudah cukup membuatku merasakan arti dari sebuah hidup. Mungkin kita memanglah tak ada jodoh, jadi sekeras apapun aku berusaha untuk mempertahankan hubungan ini akan sia-sia. Dan tak pernah ku sesali sedikitpun atas apa yang telah terjadi diantara kita. Semuanya akan aku simpan dalam buku dengan sampul emas dan ku tuliskan namamu. Tetaplah tersimpan rapi dalam hidupku.

I'll always love you

Senin, 26 November 2012

Mentari

Sepi, kini yang kurasa tiap kau tak ada di sisiku. Sepertinya aku semakin sulit untuk bisa lepas dari jeratmu. Kau mengikatku dengan kencang. Tapi ada setitik rasa takut yang menghantui . Aku takut akan kehilangan dirimu. Rasa sayangku kepadamu melebihili apa pun. Aku tak ingin kita berpisah, aku ingin selalu bersamamu. Menghabiskan waktuku bersamamu, hanya itu keinginanku. Karena bagiku, kaulah bintang yang menyinari hatiku dan menuntunku dalam pekatnya malam.

Selasa, 13 November 2012

Ounie

Aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk bisa membantumu menghadapi semua masalahmu, Jujur aku sedih jika aku harus melihat kau murung, karena senyummu adalah semangat dalam hidupku. Aku akan berusaha membantu mewujudkan cita citamu untuk di terima di ATKP. Meski ku tahu aku takkan bisa bertemu denganmu lagi jika kau berhasil lulus.

Bagiku tak masalah jika aku harus berpisah denganmu, yang terpenting dalam hidupku adalah kebahagiaanmu. Jika kau bahagia maka akupun bahagia, tak peduli jika harus mengorbankan kebahagiaanku untuk kebahagianmu

Senin, 12 November 2012

Like "Boa Hancock"

Aku banyak belajar dari kejadian kemarin, aku tak sanggup jika harus ada konflik di antara kita. Aq menerima semua yang mengenai dirimu. Baik itu tentang kelurgamu, teman temanmu dan semua orang yang ada di dekatmu. Aku sadar aku hanyalah orang baru dalam hidupmu

Aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untukmu, membantumu utk mewujudkan impianmu sekaligus aku akan menahan keegoisanku. Aku akan berusaha seperti "Boa Hancock" yg mencintai Luffy dengan sepenuh hatinya dan mampu menghilangkan semua keegoisannya utk memiliki Luffy seutuhnya.

Minggu, 11 November 2012

EGO-Ku

Maaf, hanya itu yang bisa aku ucapkan.

Semua itu aku lakukan karena aku tak ingin kehilanganmu, aku takut. Aku sayang kamu, dan aku tak mau kembali terulang kisah pahit yang pernah aku alami. Tapi semuanya telah menjadi bubur, aku takut semuanya akan berakhir dan aku harus siap siap dengan kehancuran yang akan segera menimpaku.

Kenapa harus ada cinta jika hanya menyisakan luka, adakah seseorang yang bisa menerima aku dengan semua kekuranganku. Dan ketika aku mendapatkan orang itu justru aku menyianyiakannya. Bodoh, tolol, itu lah aku. Tak bisa mensyukuri semuanya

Aku takut, apa yang harus aku lakukan?? Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untuknya. Jika masih di beri kesempatan kedua, aku ingin memperbaiki kesalahanku tapi jika tak ada lebih baik aku pergi saja dari kehidupan ini. Karena diriku tak ada gunanya jika tanpa dirimu. Karena aku mencintaimu

Minggu, 04 November 2012

Kosong

Kosong, separuh hati ini kembali merasakan kekosongan. Apa yg terjadi???
Ada ketekutan yg terjadi dalam diri, ketakutan akn kehilangan seseorang yg sangat berarti. Entah kenapa harus terjadi,

Aku ingin selalu bersamamu, dan tak ingin berpisah darimu. Ku ingin berada disampingmu hingga waktu tak lagi berjalan. Tapi bukankah itu suatu keegoisan?? Kau punya kehidupan sendiri, kau perlu berinteraksi dengan kawan-kawanmu, begitupun aku. Bukankah komitmen awal kita bertemu hanya sekali seminggu, tapi kenapa itu terasa berat bagiku??

Apakah itu karena kau yang selalu hadir menemaniku hampir setiap hari di minggu kemarin?

Rabu, 31 Oktober 2012

Just a simple

Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti matahari yang menyinari bumi. Hanya itu saja, tidaklah lebih. Aku tak ingin menuntut banyak kepadamu, hanya dirimu yang aku harapkan. Karena bersamamu, ku temukan bahagia yang mampu menghapus luka dalam hatiku. Karena dengan dirimu, ku temukan semangat baru untuk bisa terus melangkah maju mewujudkan semua mimpi dan cita citaku.

Dari pengalaman yang pernah ada, aku harus meredam rasa cemburuku yang berlebihan demi kelangsungan hubungan ini. Karena kali ini aku tak mau gagal dalam menjalin sebuah hubungan. Ya Insya Allah aku mampu, aku percaya kepadamu dan oleh karena itu aku mampu meredam rasa cemburuku.

Biarlah waktu yang mengakhiri hubungan kita, aku tak ingin karena rasa cintaku yang terlalu besar ini justru akan membuatku merasakan sakit hati untuk yang kesekian kalinya. Dan perlu kau ketahui kau segalanya bagiku dan kau adalah bintang yang  senantiasa bersinar dalam diriku. Teruslah menjadi bintang yang mampu menerangi hidupku dan aku mohon jangan pernah kau berubah. Karena kau segalanya bagiku dan ku pastikan aku akan selalu ada untukmu dan akan berusaha membantumu untuk bisa mewujudkan semua mimpi dan cita citamu. Karena tiada kebahagiaan terbesar dalam diriku selain melihat senyum indah yang menghiasi raut wajahmu.

Ku ingin akhir yang bahagia dan nantinya akan sangat bisa membuatku merasa berarti dan menepis anggapan bahwa diriku tak pantas untuk bahagia dan mendapatkan cinta.

Senin, 29 Oktober 2012

Degarkan Curhatku

Sejujurlah aku lelah, aku lelah dengan kepalsuan ini. Sampai kapan aku sanggup untuk bertahan dengan kondisi ini. Hatiku menangis, namun aku selalu mencoba untuk tertawa di hadapan mereka. Terlalu berat hidup ini, tapi aku terus mencoba untuk tetap bertahan untuk mencapai mimpi yang ingin ku raih untuk orang orang yang aku sayangi.

Tapi kini, entah kenapa. Dada ini bergemuruh, sakit tapi tak nampak. Sesak, hanya itu yang aku rasa. Tak sadar air matapun mengalir membasahi pipi. Tiap orang yg datang kepadaku hanya untuk mengeluh kepadaku. Meminta solusi atas persoalan hidup mereka, dan mereka tak pernah mau mengerti tentang kondisiku.

Datang satu orang kepadaku, dia selalu mengeluh atas kerasnya hidup yang dia jalani di perantauan. Tentang teman temannya yang satu daerah yang mulai merenggang. Lalu datanglah juga temannya yg mengeluh kepadaku dengan persoalan yang sama dan juga soal keluarganya disana. Aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik dan berusaha untuk memberikan solusi yang terbaik untuk mereka. Tapi tidakkah mereka tahu, aku sendiri juga mempunyai persoalan hidup yang harus aku hadapi. Dan adakah tempat dimana aku bisa mengadu tentang beratnya hidup yang aku alami.

Memang ada seseorang yang bisa menguatkanku disaat aku rapuh, tapi aku tak mau membebani pikirannya dengan persoalanku. Yang aku inginkan hanyalah melihatnya bahagia dan dia melihatku untuk tetap tersenyum, meskipun sesungguhnya itu sangatlah sulit untuk dilakukan.

Ditambah lagi dengan suasana kerja yang mulai tak kondusif seperti dulu. Kini aku tak memiliki teman yang bisa aku percaya disana, semuanya memusuhiku. Dan mereka selalu berusaha untuk mencari celah yang bisa menjatuhkan aku. Selain itu orang yang menjadi panutanku kini dia tak lagi seperti dia yang dulu. Aku mampu merasakan adanya keganjilan diantara aku dengan dia. Dan aku pun bisa melihat dari tingkahnya yang kini berubah 180 derajat kepadaku.

Aku lelah Tuhan, aku ingin istirahat sejenak dari kehidupan ini. Berilah aku kekuatan untuk selalu bisa tersenyum meskipun aku merasa tak sanggup untuk melakukannya.


Rabu, 24 Oktober 2012

Bintangku

Cahaya yg hangat kini mulai menyinari dasar hatiku yg telah membeku. Yg mampu membuatku merasa nyaman dan damai. Yg mampu merubah tangisku menjadi tawa.

"Oni" dialah bintang yg menyinari diriku. Hangat dan nyaman, namun mampu membakar habis apa yg ada di sekitarnya. Dia telah berhasil mengisi kekosongan dlam hatiku yg sudah lama tak terisi. Bekas luka pun perlahan lenyap, seiring dengan kebersamaan yg telah ku lalui bersamanya

Kunikmati detik demi detik bersamanya, dengannya waktu 24 jam seakan tak cukup utk melepaskan rasa rinduku terhadap dirinya. Kau membuatku mampu untuk bangkit dari keterpurukanku, memberiku semangat dan mampu memberi berbagai warna dalam hidupku.

Pancarkan sinarmu untuk menerangi hariku, tebarkan terus aura positifmu utk membuatku merasakan arti dari indahnya hidup. Kaulah bintangku yg mampu menyalakan kembali sinarku. Kaulah bintangku yg mampu menerangi hariku.

Jumat, 19 Oktober 2012

USANG

Malam ini aku bersama sahabatku, orang dulu begitu dekat denganku. Tapi entah mengapa sekarang aku merasa semakin jauh dengan dirinya. Padahal dulu kita selalu bersama, dan kini banyak orang orang baru diantara kita yg mengusik hubungan kita. Aku tak tahu, aku merasa dia semakin jauh dari jangkauanku.

Banyak hal yang kini tak aku ketahui tentang dia, padahal dulu aku bisa mengetahui itu. Hambar, itu yang aku rasakan sekarang. Aku pengen deket seperti dulu lagi, tapi apakah itu mungkin???

Y, aku tak tahu kenapa ini yang harus terjadi. Aku hanya mencari teman yg mau menerima aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Yang siap malu jika harus berjalan denganku. Yang bisa memberiku motivasi untuk terus melangkah maju kedepan.

Huft, kini tak ku jumpai lagi sosok itu. Tuhan tuntunlah aku pada seseorang yg bisa membimbingku ke arah yang lbih baik lagi.

Kamis, 18 Oktober 2012

Mungkin aku yg telalu ke Ge-eR an

Jujur, hari ini aku kecewa, aku kecewa dengan seseorang yang bisa membuatku lupa akan semua permasalahan hidup yang aku hadapi. Disaat aku bisa membuka hatiku untuk orang lain justru hanya perasaan kecewa yang aku dapati. Malam ini kau janji untuk menemuiku di kost sehingga aku  batalkan semua janjiku dengan teman temanku. Aku tak tahu kalau malam ini kau ulang tahun,

Aku takut rasa kecewaku ini merubah perasaanku kepadamu yang mulai bisa menerimamu. Apa aku bener bener jatuh cinta ke kamu??? Jujur air mataku tak berhenti untuk menetes, seperti gunung es yang mencair sulit untuk di hentikan. Hanya gelapnya malam dan kesunyian yang menemaniku sekarang ini,

Aku butuh kamu, aku sayang kamu oni, isak pilu yg menemaniku seiring pupusnya penantianku malam ini akan hadirnya dirimu

Selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur, sehat selalu
Semoa kau bisa mewujudkan mimpi dan cita citamu

Selasa, 02 Oktober 2012

Teman???


Waktu akan menjawab semuanya, tentang siapa yang berpura-pura dan siapa yang sesungguhnya. Ku tahu aku tidaklah banyak memiliki teman karena aku yang tak pandai dalam memainkan sandiwara kehidupan, tapi justru itu yang membuat aku bangga akan diriku sendiri. Karena aku tak perlu menjadi orang lain hanya untuk mendapatkan teman. Teman tidaklah di peroleh begitu saja, teman sejati di peroleh melalui proses yang panjang. Banyak yang mengaku dia itu “sohibku” dia itu “sahabatku” tapi ternyata di belakang dia membicarakan keburukan orang yang sudah dianggap sebagai “sohib” maupun “sahabat”

Sebagai contoh, hari ini aku mengetahui seberapa besarnya suatu hubungan persahatan, awalnya dia mengaku kalau dia itu sahabat baiknya tapi ternyata semua keburukan sahabatnya itu di umbar begitu saja. Hmmmmm miris aku melihatnya, di depannya dia baik, bermanis kata tapi ternyata siap untuk menikam dari belakang. Aw...... disamping itu juga hanya karena kesalahan kecil justru memicu sebuah konflik yang bisa menghancurkan semuanya.

Teman itu menikam dari belakang tapi seorang sahabat sejati itu langsung menampar dari depan. Untuk apa memendam sebuah tekanan batin karena kekhilafan sobatnya yg nantinya malah akan menimbulkan omongan omongan yang gak penting lebih baik utarakan langsung karena itu akan lebih baik. Ya mungkin itu akan menyebabkan sakit hati tapi itu hanya sementara karena subyek akan mereasa kalau orang yang telah menganggapkan sebagai sahabat baiknya itu benar benar “care” dengan dirinya dari pada di pendam hanya karena menjaga perasaan justru kalau dia tahu keburukan itu melalui mulut orang lain dan orang lain itu mengatakan bahwa dialah orang yang telah dianggapkan sobat yang menceritakan semua keburukannya itu apa malah akan menimbulkan luka yang sangat perih????

Ya sekarang kalian sendiri yang menentukan, apakah akan menjadi teman yg sekedar ucapan manis di lidah atau menjadi sahabat baik yang bisa membawa sahabatnya menuju jalan yang benar???

Senin, 24 September 2012

Untukmu Sahabatku


Kau yang terbaik yang aku miliki sekarang, kau banyak memberiku motivasi disaat mereka berusaha menjatuhkanku. Kau yang menyemangatiku untuk bangkit dari keterpurukan itu. Kau lah sahabat terbaikku, orang yang mau menerima semua kekurangan aku dan mengakui kelebihanku. Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah mempertemukanku dengan dirimu. Disaat aku merasa sendiri kau selalu ada untuk menemaniku, disaat aku merasa sedih kau selalu ada untuk menghiburku.

Perkataanmu memang pedas dalam memberikan motivasi kepadaku tapi aku sangat menghargai itu karena itulah tanda bahwa kau sangat memperdulikan diriku. Tak pernah aku merasa seberarti ini, karena kebanyakan semua temanku hanya cenderung meremehkanku karena kekuranganku. Kau tak malu untuk mengakui kelebihanku dan kau pun tak segan segan untuk mengkritik kekuranganku yang bertujuan aku bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu. Sahabat sejati hanya aku temukan pada dirimu, yang tulus dalam menjalin hubungan persahabatan denganku. Sahabat itu menampar dari depan bukan menusuk dari belakang. Tak ada kata yang bisa ku torehkan untuk mengungkapkan rasa terima kasihku kepadamu. Dan aku berharap semoga persahabatan kita ini akan abadi hingga Tuhan memanggil salah satu dari kita.

Dowi Warsono

Sabtu, 22 September 2012

Rasaku


Last Child ft. Gisele “Seluruh Nafas Ini”

Tiap ku dengarkan lagu ini, pikiranku langsung melayang tertuju kepadamu. Entah sampai kapan ini akan berlangsung. Saat ku putuskan utk merelakanmu, sejujurnya aku sangatlah terluka karena aku sangat menyayangimu melebihi apapun juga Entah kenapa bayangmu sangat sulit untuk ku hapus dari memory ingatanku.

Kau sangat berharga bagiku. Jujur malam ini aku sangat merindukan adanya dirimu di sisiku untuk menemani kesendirianku. Aku ingin menangis dlm dekapmu, meluapkan semua isi hatiku yang selama ini mengganjal dalam pikiranku.

Masalahku adalah apakah aku masih bisa bersamamu? Sedangkan kita dalam jeda seperti ini. Diriku terluka saat ku tahu kau berdua dengan “perempuan” yg kau anggap sebagai adik. Aku cemburu, aku terluka. Setelah ku berusaha utk pergi meninggalakanmu dan semua kenangan tentang dirimu dan aku bisa. Kau datang dengan membawa cinta yg aku butuhkan. Saat kau bilang, “Kau adalah pacarku, jadi masalahmu adalah masalahku juga” hatimu tergetar dan air mataku pun akhirnya terjatuh. Semua keraguan dalam diriku sirna,....

Dan ku akui, aku juga masih sangat mencintai dirimu.... #AP

Rabu, 19 September 2012

Pergilah Kasih

Kenapa kau harus datang lagi dalam hidupku??
Aku sudah merelakanmu dengan yang lain, aku tak mau terlalu lama membuatmu menunggu adanya diriku.

Malam ini, ku lihat HPku disitu ada sms darimu, jujur aku senang tapi aku tak ingin lagi menahan sakit di hatiku karena aku yang tak mampu memiliki dirimu seutuhnya. Pergilah kasih, aku relakan kau dengan dia. Tolong tinggalkan aku sendiri disini, aku ingin menata kembali hidupku yang telah kacau ini. Aku ingin fokus di pekerjaan, keluarga dan masa depanku.Kau punya dia, yang bisa membuatmu tersenyum.

Aku tak ingin menjadi orang yang bisa merusak hubunganmu dengan dia, karena aku tahu rasanya sakit karena adanya orang ketiga. Jika kau memang masih menyayangiku,, tolong jaga perasaanku. Jangan kau biarkan air mata ini menetes karena rasa rindu yang terlalu besar ini.

Senin, 17 September 2012

Behind the smiLe

Kini ku tahu, aku tak lagi bisa bersamamu karena kau lebih nyaman dengan dia. Ya meskipun kau masih malu untuk mempublikasikan hubunganmu dengan dia, tapi aku bukan orang bodoh yang seolah olah tak bisa membaca keadaan. Awalnya aku marah dan kesal dengan tindakanmu itu yang tak mau berterus terang tapi seiring berjalannya waktu, ku mulai menyadari kalau kita tak lagi sejalan. Dan aku putuskan utk melepaskanmu dengan dia, perempuan yang bisa membuatmu bahagia....

Ketika kau bersamanya, kudapati senyum manis yang selama ini aku cari darimu. Senyum yang bisa membuatku bertahan dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Jujur aku senang tapi akan lebih menyenangkan lagi kalau senyummu itu dikarenakan adanya diriku. Ya apa mau dikata kita tak lagi sejalan. Meskipun kita masih memutuskan utk bersama, nantinya akan banyak hal yang menghalangi kita, baik itu norma maupun aturan yang berlaku,

Ikhlas itu tak semua orang bisa melakukannya, diperlukan hati yang lapang untuk bisa melakukannya. Ku coba untuk melakukan itu semua, dg merelakanmu bersama dengan orang lain, karena aku sama sekali tak sanggup untuk melakukan hal yg bisa membuatmu bahagia.

Meski sejujurnya hatiku terluka, tapi aku akan mencoba utk tetap tersenyum. Karena dg melihat senyummu, aku sudah merasa bahagia meski ku tahu, senyum itu bukan karena aku. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu. Cintaku sangatlah besar terhadapmu tapi aku tak bisa memaksamu utk bisa mencintaiku lagi, karena kita sudah tak lagi ada kecocokan.

Aku belajar untuk menjadi dewasa dg mengkesampingkan egoku terhadap dirimu dan mencoba utk dak tersenyum di hadapanmu ketika ku tahu kau sedang bersamanya. Dan berusaha utk tidak benci, marah ataupun dendam kepada dia yang telah merebut dirimu dari diriku.

Dan perlu  kau tahu, bahwa diriku selama ini benar2 tulus mencintaimu dengan sepenuh hatiku dan akan tetap mencintaimu meski kau tak lagi bersamaku. Ku harap aku bisa dg segera mendapatkan pengganti dirimu, meskipun sulit tapi aku tak mau terus menerus larut dalam lautan kesedihan yang bisa membelenggu kehidupanku.