Kamis, 29 November 2012

Rainbow mist

Langkah kaki terus ku lanjutkan mencari sang mentari guna menemukan pelangi yang indah. Meski kaki mulai berlumuran darah tapi aku harus tetap mencarinya. Perih sudah menjadi makananku sehari hari dan terkadang perih juga terasa nikmat karena sudah terbiasa. Meski hujan dan badai masih terus melangkah, tak urung menyurutkan niatku untuk terus mencari. Air mata kini bercampur dengan hujan, kamuflase yang sangat baik. Tapi di tengah badai ini, masih adakah orang yang memperhatikanku?? Yang terjalan menelusuri jalan berliku dan berkerikil tajam guna mencari sang mentari.

Entah, aku pun tak tahu. Mereka pasti hanya akan memperdulikan keselamatan mereka sendiri. Tapi ternyata raga ini tak mampu untuk terus melangkah, hingga gelap menyegap diriku. Sunyi dan gelap, hanya itu yang aku rasakan.

Sesaat ketika ku membuka mata, kutemui sesuatu yg indah. Sesuatu yang mirip dengan apa yang aku cari, "Pelangi" tapi ini berbeda. Bukan pelangi yang aku cari selama ini. Indah, memang indah tapi sesuatu didalamnya lah yang sesungguhnya sangat menakutkan. Rainbow mist atau pelangi kabut.

Ku terbuai dengan indahnya pelangi kabut, hingga membuatku mampu melupakan semua perih yang ada dalam diri. Dari kejauhan nampak sosok banyangan yang memanggilku untuk mengajakku bermain dengannya. Dan tak sadar langkah kaki pun menuju kearahnya. Tapi ketika ku sadari, ku berpijak di bibir jurang yang sangat dalam. Dan aku pun terjatuh, namun aku berusaha mencari pegangan pada akar pohon. Ku terus berusaha untuk menaiki dinding jurang yang terjal. Tajamnya bebatuan dan licinnya medan karena di guyur hujan, membuatku semakin sulit untuk melangkah. Ku tetap berusaha untuk terus melangkah utk mencapai ujung dari jurang ini.

Dan, setelah tibanya aku diatas, angin kencang justru menghempaskan tubuhku. Dan ku terjatuh hingga kedasar jurang yang gelap. Dan lagi ketika ku membuka mata, tubuh ini berada di pelangi kabut. Apakah hanya ilusi kebahagiaan yang aku dapatkan?? Tidakkah ada kebahagiaan hakiki yang bisa aku dapatkan? Dan akan kah mentari yang selama ini ku cari takkan pernah aku dapati lagi?? I never now

Tidak ada komentar:

Posting Komentar