Langit kian pekat, tak ada celah sedikitpun cahaya sang mentari bisa menembusnya. Dingin, hanya itu yang terasa. Api di tungku pembakaran pun tak mampu menghangatkan dinginnya hati ini. Sepi dan sendiri, terpuruk dalam pekatnya langit mendung. Hujan turun membasahi bumi, membuatku ingin berjalan menelusuri kota di bawah guyuran hujan. Ku bulatkan tekat untuk terus melaju kedepan, meski dingin menusuk hingga ke ulu hati. Dingin yang mampu membunuhku.
Ku berjalan dan terus berjalan, berharap menemukan ruang yang mampu memberikan kehangatan yang selama ini aku cari. Langkah mulai gontai karena dingin yang terus menusuk, ku coba untuk tetap bertahan mencari sang mentari yang tak kunjung datang. Meski kaki mulai perih karena goresan kerikil tajam, ku tetap melangkah. Sakit di kaki ini tak ada apa apanya jika dibandingkan dengan sakit yang ada di dalam dada ini. Ku sandarkan diri ini di bawah pohon beringin. Justru dingin yang semakin kurasakan
Ku putuskan utk kembali melanjutkan langkahku mencari sang mentari guna menghadirkan pelangi yang mampu mengobati luka dihati. Semakin jauh ku langkahkan kakiku, justru langit semakin pekat. Petir menyambar dan angin bertiup kencang, semakin menambah dinginnya hati ini.
Mentari, ku mohon muncullah. Bantu aku menerangi jalanku, ku mulai tersesat dalam gelap. Beri aku kehangatan yang selama ini aku cari. Dan tunjukkanlah pelangi yang indah padaku, sehingga mampu mengobati luka yang ada di dalam hati ini. Aku mohon, bersinarlah kembali mentariku :'(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar