Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti matahari yang menyinari bumi. Hanya itu saja, tidaklah lebih. Aku tak ingin menuntut banyak kepadamu, hanya dirimu yang aku harapkan. Karena bersamamu, ku temukan bahagia yang mampu menghapus luka dalam hatiku. Karena dengan dirimu, ku temukan semangat baru untuk bisa terus melangkah maju mewujudkan semua mimpi dan cita citaku.
Dari pengalaman yang pernah ada, aku harus meredam rasa cemburuku yang berlebihan demi kelangsungan hubungan ini. Karena kali ini aku tak mau gagal dalam menjalin sebuah hubungan. Ya Insya Allah aku mampu, aku percaya kepadamu dan oleh karena itu aku mampu meredam rasa cemburuku.
Biarlah waktu yang mengakhiri hubungan kita, aku tak ingin karena rasa cintaku yang terlalu besar ini justru akan membuatku merasakan sakit hati untuk yang kesekian kalinya. Dan perlu kau ketahui kau segalanya bagiku dan kau adalah bintang yang senantiasa bersinar dalam diriku. Teruslah menjadi bintang yang mampu menerangi hidupku dan aku mohon jangan pernah kau berubah. Karena kau segalanya bagiku dan ku pastikan aku akan selalu ada untukmu dan akan berusaha membantumu untuk bisa mewujudkan semua mimpi dan cita citamu. Karena tiada kebahagiaan terbesar dalam diriku selain melihat senyum indah yang menghiasi raut wajahmu.
Ku ingin akhir yang bahagia dan nantinya akan sangat bisa membuatku merasa berarti dan menepis anggapan bahwa diriku tak pantas untuk bahagia dan mendapatkan cinta.
Rabu, 31 Oktober 2012
Senin, 29 Oktober 2012
Degarkan Curhatku
Sejujurlah aku lelah, aku lelah dengan kepalsuan ini. Sampai kapan aku sanggup untuk bertahan dengan kondisi ini. Hatiku menangis, namun aku selalu mencoba untuk tertawa di hadapan mereka. Terlalu berat hidup ini, tapi aku terus mencoba untuk tetap bertahan untuk mencapai mimpi yang ingin ku raih untuk orang orang yang aku sayangi.
Tapi kini, entah kenapa. Dada ini bergemuruh, sakit tapi tak nampak. Sesak, hanya itu yang aku rasa. Tak sadar air matapun mengalir membasahi pipi. Tiap orang yg datang kepadaku hanya untuk mengeluh kepadaku. Meminta solusi atas persoalan hidup mereka, dan mereka tak pernah mau mengerti tentang kondisiku.
Datang satu orang kepadaku, dia selalu mengeluh atas kerasnya hidup yang dia jalani di perantauan. Tentang teman temannya yang satu daerah yang mulai merenggang. Lalu datanglah juga temannya yg mengeluh kepadaku dengan persoalan yang sama dan juga soal keluarganya disana. Aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik dan berusaha untuk memberikan solusi yang terbaik untuk mereka. Tapi tidakkah mereka tahu, aku sendiri juga mempunyai persoalan hidup yang harus aku hadapi. Dan adakah tempat dimana aku bisa mengadu tentang beratnya hidup yang aku alami.
Memang ada seseorang yang bisa menguatkanku disaat aku rapuh, tapi aku tak mau membebani pikirannya dengan persoalanku. Yang aku inginkan hanyalah melihatnya bahagia dan dia melihatku untuk tetap tersenyum, meskipun sesungguhnya itu sangatlah sulit untuk dilakukan.
Ditambah lagi dengan suasana kerja yang mulai tak kondusif seperti dulu. Kini aku tak memiliki teman yang bisa aku percaya disana, semuanya memusuhiku. Dan mereka selalu berusaha untuk mencari celah yang bisa menjatuhkan aku. Selain itu orang yang menjadi panutanku kini dia tak lagi seperti dia yang dulu. Aku mampu merasakan adanya keganjilan diantara aku dengan dia. Dan aku pun bisa melihat dari tingkahnya yang kini berubah 180 derajat kepadaku.
Aku lelah Tuhan, aku ingin istirahat sejenak dari kehidupan ini. Berilah aku kekuatan untuk selalu bisa tersenyum meskipun aku merasa tak sanggup untuk melakukannya.
Tapi kini, entah kenapa. Dada ini bergemuruh, sakit tapi tak nampak. Sesak, hanya itu yang aku rasa. Tak sadar air matapun mengalir membasahi pipi. Tiap orang yg datang kepadaku hanya untuk mengeluh kepadaku. Meminta solusi atas persoalan hidup mereka, dan mereka tak pernah mau mengerti tentang kondisiku.
Datang satu orang kepadaku, dia selalu mengeluh atas kerasnya hidup yang dia jalani di perantauan. Tentang teman temannya yang satu daerah yang mulai merenggang. Lalu datanglah juga temannya yg mengeluh kepadaku dengan persoalan yang sama dan juga soal keluarganya disana. Aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik dan berusaha untuk memberikan solusi yang terbaik untuk mereka. Tapi tidakkah mereka tahu, aku sendiri juga mempunyai persoalan hidup yang harus aku hadapi. Dan adakah tempat dimana aku bisa mengadu tentang beratnya hidup yang aku alami.
Memang ada seseorang yang bisa menguatkanku disaat aku rapuh, tapi aku tak mau membebani pikirannya dengan persoalanku. Yang aku inginkan hanyalah melihatnya bahagia dan dia melihatku untuk tetap tersenyum, meskipun sesungguhnya itu sangatlah sulit untuk dilakukan.
Ditambah lagi dengan suasana kerja yang mulai tak kondusif seperti dulu. Kini aku tak memiliki teman yang bisa aku percaya disana, semuanya memusuhiku. Dan mereka selalu berusaha untuk mencari celah yang bisa menjatuhkan aku. Selain itu orang yang menjadi panutanku kini dia tak lagi seperti dia yang dulu. Aku mampu merasakan adanya keganjilan diantara aku dengan dia. Dan aku pun bisa melihat dari tingkahnya yang kini berubah 180 derajat kepadaku.
Aku lelah Tuhan, aku ingin istirahat sejenak dari kehidupan ini. Berilah aku kekuatan untuk selalu bisa tersenyum meskipun aku merasa tak sanggup untuk melakukannya.
Rabu, 24 Oktober 2012
Bintangku
Cahaya yg hangat kini mulai menyinari dasar hatiku yg telah membeku. Yg mampu membuatku merasa nyaman dan damai. Yg mampu merubah tangisku menjadi tawa.
"Oni" dialah bintang yg menyinari diriku. Hangat dan nyaman, namun mampu membakar habis apa yg ada di sekitarnya. Dia telah berhasil mengisi kekosongan dlam hatiku yg sudah lama tak terisi. Bekas luka pun perlahan lenyap, seiring dengan kebersamaan yg telah ku lalui bersamanya
Kunikmati detik demi detik bersamanya, dengannya waktu 24 jam seakan tak cukup utk melepaskan rasa rinduku terhadap dirinya. Kau membuatku mampu untuk bangkit dari keterpurukanku, memberiku semangat dan mampu memberi berbagai warna dalam hidupku.
Pancarkan sinarmu untuk menerangi hariku, tebarkan terus aura positifmu utk membuatku merasakan arti dari indahnya hidup. Kaulah bintangku yg mampu menyalakan kembali sinarku. Kaulah bintangku yg mampu menerangi hariku.
"Oni" dialah bintang yg menyinari diriku. Hangat dan nyaman, namun mampu membakar habis apa yg ada di sekitarnya. Dia telah berhasil mengisi kekosongan dlam hatiku yg sudah lama tak terisi. Bekas luka pun perlahan lenyap, seiring dengan kebersamaan yg telah ku lalui bersamanya
Kunikmati detik demi detik bersamanya, dengannya waktu 24 jam seakan tak cukup utk melepaskan rasa rinduku terhadap dirinya. Kau membuatku mampu untuk bangkit dari keterpurukanku, memberiku semangat dan mampu memberi berbagai warna dalam hidupku.
Pancarkan sinarmu untuk menerangi hariku, tebarkan terus aura positifmu utk membuatku merasakan arti dari indahnya hidup. Kaulah bintangku yg mampu menyalakan kembali sinarku. Kaulah bintangku yg mampu menerangi hariku.
Jumat, 19 Oktober 2012
USANG
Malam ini aku bersama sahabatku, orang dulu begitu dekat denganku. Tapi entah mengapa sekarang aku merasa semakin jauh dengan dirinya. Padahal dulu kita selalu bersama, dan kini banyak orang orang baru diantara kita yg mengusik hubungan kita. Aku tak tahu, aku merasa dia semakin jauh dari jangkauanku.
Banyak hal yang kini tak aku ketahui tentang dia, padahal dulu aku bisa mengetahui itu. Hambar, itu yang aku rasakan sekarang. Aku pengen deket seperti dulu lagi, tapi apakah itu mungkin???
Y, aku tak tahu kenapa ini yang harus terjadi. Aku hanya mencari teman yg mau menerima aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Yang siap malu jika harus berjalan denganku. Yang bisa memberiku motivasi untuk terus melangkah maju kedepan.
Huft, kini tak ku jumpai lagi sosok itu. Tuhan tuntunlah aku pada seseorang yg bisa membimbingku ke arah yang lbih baik lagi.
Banyak hal yang kini tak aku ketahui tentang dia, padahal dulu aku bisa mengetahui itu. Hambar, itu yang aku rasakan sekarang. Aku pengen deket seperti dulu lagi, tapi apakah itu mungkin???
Y, aku tak tahu kenapa ini yang harus terjadi. Aku hanya mencari teman yg mau menerima aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Yang siap malu jika harus berjalan denganku. Yang bisa memberiku motivasi untuk terus melangkah maju kedepan.
Huft, kini tak ku jumpai lagi sosok itu. Tuhan tuntunlah aku pada seseorang yg bisa membimbingku ke arah yang lbih baik lagi.
Kamis, 18 Oktober 2012
Mungkin aku yg telalu ke Ge-eR an
Jujur, hari ini aku kecewa, aku kecewa dengan seseorang yang bisa membuatku lupa akan semua permasalahan hidup yang aku hadapi. Disaat aku bisa membuka hatiku untuk orang lain justru hanya perasaan kecewa yang aku dapati. Malam ini kau janji untuk menemuiku di kost sehingga aku batalkan semua janjiku dengan teman temanku. Aku tak tahu kalau malam ini kau ulang tahun,
Aku takut rasa kecewaku ini merubah perasaanku kepadamu yang mulai bisa menerimamu. Apa aku bener bener jatuh cinta ke kamu??? Jujur air mataku tak berhenti untuk menetes, seperti gunung es yang mencair sulit untuk di hentikan. Hanya gelapnya malam dan kesunyian yang menemaniku sekarang ini,
Aku butuh kamu, aku sayang kamu oni, isak pilu yg menemaniku seiring pupusnya penantianku malam ini akan hadirnya dirimu
Selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur, sehat selalu
Semoa kau bisa mewujudkan mimpi dan cita citamu
Aku takut rasa kecewaku ini merubah perasaanku kepadamu yang mulai bisa menerimamu. Apa aku bener bener jatuh cinta ke kamu??? Jujur air mataku tak berhenti untuk menetes, seperti gunung es yang mencair sulit untuk di hentikan. Hanya gelapnya malam dan kesunyian yang menemaniku sekarang ini,
Aku butuh kamu, aku sayang kamu oni, isak pilu yg menemaniku seiring pupusnya penantianku malam ini akan hadirnya dirimu
Selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur, sehat selalu
Semoa kau bisa mewujudkan mimpi dan cita citamu
Selasa, 02 Oktober 2012
Teman???
Waktu akan
menjawab semuanya, tentang siapa yang berpura-pura dan siapa yang sesungguhnya.
Ku tahu aku tidaklah banyak memiliki teman karena aku yang tak pandai dalam
memainkan sandiwara kehidupan, tapi justru itu yang membuat aku bangga akan
diriku sendiri. Karena aku tak perlu menjadi orang lain hanya untuk mendapatkan
teman. Teman tidaklah di peroleh begitu saja, teman sejati di peroleh melalui
proses yang panjang. Banyak yang mengaku dia itu “sohibku” dia itu “sahabatku”
tapi ternyata di belakang dia membicarakan keburukan orang yang sudah dianggap
sebagai “sohib” maupun “sahabat”
Sebagai
contoh, hari ini aku mengetahui seberapa besarnya suatu hubungan persahatan,
awalnya dia mengaku kalau dia itu sahabat baiknya tapi ternyata semua keburukan
sahabatnya itu di umbar begitu saja. Hmmmmm miris aku melihatnya, di depannya
dia baik, bermanis kata tapi ternyata siap untuk menikam dari belakang.
Aw...... disamping itu juga hanya karena kesalahan kecil justru memicu sebuah
konflik yang bisa menghancurkan semuanya.
Teman itu
menikam dari belakang tapi seorang sahabat sejati itu langsung menampar dari
depan. Untuk apa memendam sebuah tekanan batin karena kekhilafan sobatnya yg
nantinya malah akan menimbulkan omongan omongan yang gak penting lebih baik
utarakan langsung karena itu akan lebih baik. Ya mungkin itu akan menyebabkan
sakit hati tapi itu hanya sementara karena subyek akan mereasa kalau orang yang
telah menganggapkan sebagai sahabat baiknya itu benar benar “care” dengan
dirinya dari pada di pendam hanya karena menjaga perasaan justru kalau dia tahu
keburukan itu melalui mulut orang lain dan orang lain itu mengatakan bahwa
dialah orang yang telah dianggapkan sobat yang menceritakan semua keburukannya
itu apa malah akan menimbulkan luka yang sangat perih????
Ya sekarang
kalian sendiri yang menentukan, apakah akan menjadi teman yg sekedar ucapan
manis di lidah atau menjadi sahabat baik yang bisa membawa sahabatnya menuju
jalan yang benar???
Langganan:
Postingan (Atom)
