Sejujurlah aku lelah, aku lelah dengan kepalsuan ini. Sampai kapan aku sanggup untuk bertahan dengan kondisi ini. Hatiku menangis, namun aku selalu mencoba untuk tertawa di hadapan mereka. Terlalu berat hidup ini, tapi aku terus mencoba untuk tetap bertahan untuk mencapai mimpi yang ingin ku raih untuk orang orang yang aku sayangi.
Tapi kini, entah kenapa. Dada ini bergemuruh, sakit tapi tak nampak. Sesak, hanya itu yang aku rasa. Tak sadar air matapun mengalir membasahi pipi. Tiap orang yg datang kepadaku hanya untuk mengeluh kepadaku. Meminta solusi atas persoalan hidup mereka, dan mereka tak pernah mau mengerti tentang kondisiku.
Datang satu orang kepadaku, dia selalu mengeluh atas kerasnya hidup yang dia jalani di perantauan. Tentang teman temannya yang satu daerah yang mulai merenggang. Lalu datanglah juga temannya yg mengeluh kepadaku dengan persoalan yang sama dan juga soal keluarganya disana. Aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik dan berusaha untuk memberikan solusi yang terbaik untuk mereka. Tapi tidakkah mereka tahu, aku sendiri juga mempunyai persoalan hidup yang harus aku hadapi. Dan adakah tempat dimana aku bisa mengadu tentang beratnya hidup yang aku alami.
Memang ada seseorang yang bisa menguatkanku disaat aku rapuh, tapi aku tak mau membebani pikirannya dengan persoalanku. Yang aku inginkan hanyalah melihatnya bahagia dan dia melihatku untuk tetap tersenyum, meskipun sesungguhnya itu sangatlah sulit untuk dilakukan.
Ditambah lagi dengan suasana kerja yang mulai tak kondusif seperti dulu. Kini aku tak memiliki teman yang bisa aku percaya disana, semuanya memusuhiku. Dan mereka selalu berusaha untuk mencari celah yang bisa menjatuhkan aku. Selain itu orang yang menjadi panutanku kini dia tak lagi seperti dia yang dulu. Aku mampu merasakan adanya keganjilan diantara aku dengan dia. Dan aku pun bisa melihat dari tingkahnya yang kini berubah 180 derajat kepadaku.
Aku lelah Tuhan, aku ingin istirahat sejenak dari kehidupan ini. Berilah aku kekuatan untuk selalu bisa tersenyum meskipun aku merasa tak sanggup untuk melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar