Jika dibaratkan, kau adalah mentari dan aku adalah hujan. Jika kita bersama, maka pelangi yang indah akan muncul. Dan membuat semua yang ada di sekitar kita merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Dunia serasa tertawa riang melihat indahnya pelangi. Tapi kini pelangi yang indah hanyalah tinggal impian saja, ketika sang mentari kini enggan untuk bersinar karena tertutup awan tebal atau sang hujan kini sedang berada di puncaknya dengan terus mengguyukan airnya kepermukaan bumi.
Badai yang ada, hujan yang rintik kini bertemu dengan angin yang mampu membuatnya semakin membesar dan menciptakan badai yang memporak porandakan dunia. Menyapu bersih semua yang di lewatinya. Sehingga mentari tak mampu untuk bersinar kembali. Langit semakin pekat dan halilintar mulai menyambar. Menambah dahsyatnya sang badai, Setiap orang di cekam ketakutan akan badai tersebut dan berharap mentari akan muncul sehingga bisa kembali memberikan kehangatan bagi mereka.
Tapi sekali lagi, mentari tidaklah muncul, justru angin semakin kencang dan menimbulkan badai cyclone yang lebih dahsyah lagi daya hancurnya. Kilatan listrik di langit menjadi tertanda bahwa badai akan semakin dahsyat dan akan berlangsung lama. Alam mulai tak bersahabat kembali, Senyum dan tawa riang kini berubah menjadi ketakutan yang mencekam. Bayang kematian mulai menghantui, atap atap rumah mulai terbang oleh angin yang kencang, pohon pohon besar tumbang karena tersambar halilintar dan banyak kendaraan, binatang ternak dan apapun itu yang terbang kelangit di satu tornado. Debit air pun mulai meningkat sehingga mulai membanjiri kota.
Dimana kah sang mentari yang membawa kehangatan itu??? Akankah dia muncul dan memberikan kehidupan kembali??? Dan akan kah pelangi kembali muncul menghiasi birunya langit??? Saya tidaklah tahu, kapan hal itu akan terjadi, dan saya pesimis akankah hal itu muncul kembali dan membawa saya akan indahnya hidup. Menjadi penerang dan menuntun jalanku. I never know :'(

Tidak ada komentar:
Posting Komentar