Jujur, setiap saat dan setiap waktu aku menunggu pesan darimu, aku ingin berbagi cerita denganmu. Tapi ternyata.....
Sejujurnya aku kecewa dengan sebuah pesan yang kau kirimkan kepadaku, dalam pesan itu kau memintaku untuk menghapus pertanyaanku kepadamu. Takut kalau cewekmu tahu soal aku. Aku terkejut dan tidak menyangka kalau kau akan seperti itu. Toh diantara kita memang tak pernah terjadi apa apa. Kita hanyalah dua orang yang dipertemukan oleh Tuhan disini.
Awal aku bertemu denganmu aku merasa bahagia ternyata masih ada orang yang bisa menerima aku. Kau mengundangku ke penginapan dimana kau menginap selama di Bali hanya untuk menemanimu tidur karena kau takut dengan suasana penginapannya yang agak sedikir menakutkan. Dan saat itu pun aku mulai menyukaimu, tapi aku tak berniat untuk memberitahumu tentang perasaanku, karena aku sadar siapa aku. Aku hanyalah orang kecil yg mencari rejeki di Bali, beda denganmu yang ke Bali untuk liburan. Selain itu aku tahu kau lelaki normal karena kau mempunyai kekasih seorang wanita yang sangat cantik. Dan akhirnya ku putuskan untuk bungkam.
Ketika hari dimana kau harus kembali ke Jogja, aku ingin tahu kabarmu. Tapi apa no hpmu tidak aktif dan permintaan pertemananku di fb tidak kau approve. Jadi hanya bisa lewat twitter aku bisa tahu keadaanmu. Setiap aku buka twitter, aku selalu berharap ada mention darimu tapi ternyata tak pernah kau balas satupun mentionku. Hingga akhirnya malam ini kau mengirimkan pesan yg malah isinya menyakitkan bagiku.
Salahkah bila aku tahu kabarmu??? Salahkah bila aku berkomunikasi denganmu?? Salahkah bila aku ingin berteman denganmu??? Dengan alasan yang tidak masuk akal kau kirimkan pesan itu. Kau takut kekasihmu tahu soal aku, memangnya kita ini ada hubungan apa?? Kita cuma tidur bareng dan itupun hanya sekedar tidur. Dan aku tak pernah sedikitpun menggodamu dan aku pun tak pernah ada niatan untuk merusak hubunganmu dengan kekasihmu itu.
Sekali lagi maaf, dan aku akan
pergi dari kehidupanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar